Jakarta Timur — Upaya memperkuat ketahanan gizi nasional kembali dilakukan melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar oleh DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Kegiatan bertema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia” ini berlangsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandor Hasan, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (18/10).
Program MBG menjadi harapan baru bagi jutaan anak Indonesia agar dapat tumbuh sehat dan cerdas. Pemerintah bersama DPR menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut di seluruh wilayah, termasuk di Jakarta.
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menilai pelaksanaan program MBG sejauh ini menunjukkan hasil yang positif. Ia menyebut program ini sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjamin asupan gizi anak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“MBG bukan sekadar program bantuan, tapi gerakan sosial yang melibatkan banyak pihak. Pemerintah dan DPR akan terus mengawasi agar kualitas serta keamanan pangan tetap terjamin. Dapur yang melanggar ketentuan akan dibenahi, sedangkan yang berprestasi akan diberi apresiasi,” ujar Zainul.
Ia juga menepis anggapan bahwa MBG tidak efektif. Menurutnya, program ini justru lebih transparan dan berdampak nyata dibanding bantuan tunai, karena secara langsung memastikan anak-anak memperoleh gizi yang layak setiap hari.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, menegaskan pentingnya sinergi antara MBG dengan berbagai program pendidikan dan kesejahteraan daerah.
“Kami ingin anak-anak Indonesia mendapatkan manfaat gizi yang merata. Kolaborasi antara MBG dan program seperti Kartu Indonesia Pintar sangat diperlukan agar manfaatnya semakin luas,” jelasnya.
Hasbiallah juga mengajak para relawan dan yayasan pelaksana agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Program ini bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga menanamkan nilai cinta dan kepedulian untuk masa depan generasi bangsa,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Ermia Sofiyessi, memaparkan bahwa MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan.
“Program ini tidak hanya memberikan makanan sehat dan seimbang, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang luas. Minimal 30 persen tenaga kerja di setiap dapur MBG berasal dari warga sekitar, agar program ini membawa kesejahteraan dan kemandirian lokal,” terangnya.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat antara pemerintah, DPR, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi fondasi penting bagi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.**



