Tabanan, Bali – Pemerintah kembali memperkuat komitmen meningkatkan literasi gizi masyarakat melalui Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan di Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, pada Rabu (26/11). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, Anggota DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Mochammad Halim, yang bersama-sama membuka ruang dialog terkait pentingnya edukasi gizi bagi keluarga dan lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Charles Honoris menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional tidak boleh hanya berperan sebagai regulator. Menurutnya, BGN harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendorong edukasi gizi dan melindungi generasi muda dari maraknya konsumsi makanan ultra-proses yang semakin mudah ditemui. Ia menyebut, pembiasaan pola makan sehat harus berawal dari rumah, sementara pemerintah hadir memastikan akses dan edukasinya terpenuhi.
“Menjaga gizi bukan pekerjaan singkat, tetapi perjalanan panjang yang menentukan masa depan anak-anak kita. Karena itu, Program MBG harus berjalan beriringan dengan edukasi gizi yang tepat, agar orang tua dan guru memahami makna makanan sehat serta apa yang perlu dibatasi,” ujar Charles.
Dari sisi daerah, I Gusti Komang Wastana menyoroti pentingnya arus informasi yang jelas dan mudah dijangkau dalam mendukung keberhasilan program. Ia mengusulkan adanya kanal komunikasi resmi yang dapat menjadi sarana menyampaikan laporan kondisi lapangan, baik berupa keluhan maupun apresiasi.
“Masyarakat perlu ruang untuk menyampaikan apa yang mereka temui di lapangan. Ketika mereka paham dan terlibat, keberhasilan program bukan lagi semata tugas pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama,” katanya.
Sementara itu, perwakilan BGN, Mochammad Halim, menjelaskan bahwa Program MBG tidak hanya fokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga pada membangun pemahaman utuh mengenai fungsi gizi. Ia menekankan perlunya memberikan penjelasan sederhana namun akurat mengenai peran karbohidrat, protein, dan lemak, baik kepada orang tua maupun peserta didik.
“Kami ingin setiap keluarga mengetahui alasan di balik menu yang disajikan. Dengan begitu, edukasi gizi bukan sekadar informasi, tetapi menjadi kebiasaan,” jelasnya.
Sosialisasi MBG di Tabanan menunjukkan bahwa program ini tidak hanya menjadi intervensi penyediaan makanan sehat, tetapi juga menjadi gerakan edukasi nasional yang mendorong perubahan perilaku jangka panjang demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.**



