CIREBON – Dalam upaya mencari bibit petinju profesional yang dipersiapkan menghadapi atlet luar negeri pada Juni 2026 mendatang, Cirebon Fight Arena (CFA) III kembali digelar di Kota Cirebon, Sabtu (31/1/2026).
Sebanyak 100 atlet tinju dari berbagai sasana di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jakarta ambil bagian dalam ajang yang berlangsung di salah satu kafe di Jalan Sisingamangaraja, Kota Cirebon. Event ini menjadi babak kualifikasi ketiga yang digelar secara berkelanjutan oleh penyelenggara.
Penyelenggara Cirebon Fight Arena, Doni Tan, menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda agar terhindar dari perilaku negatif seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba.
“Cirebon Fight Arena ini kami rancang sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian bakat. Babak kualifikasi ketiga ini merupakan bagian dari tahapan seleksi berkelanjutan. Insyaallah, pada Juni 2026 nanti atlet-atlet terbaik dari sini akan kami seleksi untuk menghadapi petinju dari luar negeri,” ujar Doni.
Ia berharap, CFA III mampu melahirkan atlet unggulan yang tidak hanya mengharumkan nama Cirebon, tetapi juga mampu membawa nama Indonesia di kancah tinju internasional.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ratusan penonton yang memadati arena. Sorak sorai menggema mengiringi duel demi duel yang berlangsung sengit, menjadikan Cirebon Fight Arena sebagai magnet baru olahraga tinju di wilayah Ciayumajakuning.
Dalam ajang ini, terdapat 12 kelas pertandingan, mulai dari kelas 54–57 kilogram, 60–63,5 kilogram, hingga sejumlah kelas lainnya. Setiap pertandingan menjadi panggung pembuktian bagi atlet-atlet muda potensial untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas ring.
Sementara itu, Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Cirebon, Subagja, menilai Cirebon Fight Arena memiliki peran strategis dalam menjaring dan membina atlet tinju berbakat menuju jenjang profesional.
“Cirebon Fight Arena yang ketiga ini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi wadah pencarian dan pembinaan atlet. Harapannya, dari sini akan lahir petinju-petinju yang siap naik ke level lebih tinggi dan profesional, sekaligus mengarahkan generasi muda ke kegiatan yang positif,” katanya.(Mdr)


