JAKARTA — Unit musik pendatang baru Sekaloka resmi menapaki panggung pertamanya melalui ajang Kurasi Musik Vol. 58 yang digelar di Bowl Coffee Connection, Tebet, Jakarta Selatan. Penampilan ini menjadi tonggak awal perjalanan Sekaloka dalam memperkenalkan karya dan identitas musikal mereka ke publik.
Dalam gelaran tersebut, Sekaloka tampil bersama sejumlah talenta lokal potensial, salah satunya Mesirifas, dalam sebuah malam yang dirancang sebagai ruang tumbuh bagi ekosistem musik independen Tanah Air. Atmosfer intim dan hangat menjadi latar ideal bagi band baru ini untuk memulai langkahnya.
Tak setengah-setengah, Sekaloka langsung membawakan lima lagu yang diambil dari mini album perdana mereka yang baru saja dirilis. Penampilan ini menjadi momentum penting bagi band untuk mempresentasikan karakter musik, lirik, serta aransemen yang menjadi ciri khas mereka secara langsung di hadapan penonton.
Bagi Sekaloka, debut panggung ini bukan sekadar tampil, tetapi juga menjadi ajang pembuktian awal sekaligus proses membaca respons audiens terhadap karya-karya yang mereka tawarkan.
Apresiasi Kurator Jadi Suntikan Semangat
Penampilan Sekaloka turut disaksikan oleh para kurator berpengalaman, Ully Munthe dan Edmon Kemur. Keduanya memberikan apresiasi sekaligus masukan konstruktif yang dinilai sangat berarti bagi perkembangan band ke depan.
Masukan tersebut tidak hanya menyoroti kekuatan musikal Sekaloka, tetapi juga menjadi panduan awal untuk pengembangan konsep, performa, dan arah kreatif mereka di masa mendatang.
“Masukan membangun dari Bang Ully dan Bang Edmon benar-benar membakar semangat kami. Ini menjadi energi besar untuk melangkah ke panggung-panggung berikutnya,” ujar perwakilan Sekaloka.
Sekaloka hadir sebagai proyek musik yang menawarkan kesegaran melalui eksplorasi lirik dan aransemen yang terangkum dalam mini album perdana mereka. Mengusung semangat kolektif dan kejujuran berkarya, Sekaloka menyatakan kesiapan untuk ikut mewarnai skena musik lokal dengan karya-karya yang autentik dan relevan.
Debut di Kurasi Musik Vol. 58 menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi Sekaloka untuk memperluas jangkauan pendengar dan menegaskan eksistensi mereka di dunia musik independen Indonesia.**


