TANAH LAUT, KALSEL– Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana, mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor serta partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program strategis nasional tersebut.
Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis yang digelar di Aula H. Abidin, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Senin (16/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan DPR RI, Badan Gizi Nasional, Dinas Pendidikan, para kepala desa, kepala sekolah, dewan guru, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam pemaparannya, Mariana menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan. Ini adalah investasi besar negara untuk masa depan generasi kita. Anak-anak yang sehat dan tercukupi gizinya akan memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik, semangat belajar meningkat, serta peluang prestasi yang lebih tinggi,” ujar Mariana.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan dari sejumlah sekolah yang telah menjalankan program MBG, terlihat perubahan positif pada para siswa. Anak-anak dinilai lebih fokus mengikuti pembelajaran karena tidak lagi berada dalam kondisi lapar atau kekurangan energi saat belajar.
“Guru-guru menyampaikan bahwa anak-anak menjadi lebih fokus dan lebih siap menerima pelajaran. Ini dampak yang sangat nyata dari pemenuhan gizi yang baik,” tambahnya.
Tak hanya berdampak pada kesehatan dan pendidikan, Mariana juga menyoroti efek berganda program MBG terhadap perekonomian masyarakat. Menurutnya, keberadaan dapur MBG mampu menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari pengelolaan dapur hingga distribusi makanan.
“Setiap dapur MBG membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Artinya, program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.
Meski demikian, Mariana mengakui bahwa pelaksanaan program di lapangan masih memiliki sejumlah tantangan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif memberikan masukan dan melakukan pengawasan agar setiap kendala dapat segera diperbaiki.
“Kalau ada kekurangan, mari kita sampaikan melalui mekanisme yang ada agar segera ditindaklanjuti. Harapan saya, jumlah dapur MBG terus bertambah sehingga seluruh sekolah dapat merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Menutup kegiatan, Mariana mengingatkan pentingnya komitmen bersama dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Mari kita dukung bersama, kita awasi bersama, dan kita jaga bersama demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.**



