CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menyatakan dukungan penuh atas kehadiran Yayasan KolaborAksi Kebaikan Indonesia sebagai mitra strategis dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan dan sosial di masyarakat. Yayasan ini dinilai mampu mengisi ruang-ruang yang belum sepenuhnya terjangkau oleh program pemerintah melalui pendekatan yang lebih fleksibel, inovatif, dan cepat.
Hal tersebut disampaikan Siti Farida Rosmawati, Wakil Wali Kota Cirebon, saat menghadiri kegiatan soft launching Yayasan KolaborAksi Kebaikan Indonesia yang digelar di Aula RRI Cirebon, Minggu (22/2/2026).
Menurut Wakil Wali Kota, kehadiran yayasan ini menandai fase baru dari sebuah gerakan sosial yang sebelumnya lahir dari komunitas mahasiswa. Transformasi tersebut dinilai sebagai cerminan evolusi kepedulian sosial anak muda yang kini bergerak lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Transformasi Kolaborator Kebaikan ID menjadi sebuah yayasan berbadan hukum adalah langkah visioner. Semangat berbagi yang awalnya organik kini naik kelas menjadi gerakan yang lebih terorganisir, akuntabel, dan berjangka panjang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tantangan sosial di era saat ini semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara parsial maupun dengan pola kerja konvensional. Oleh karena itu, keberadaan lembaga sosial yang lincah dan adaptif menjadi sangat penting untuk melengkapi peran pemerintah.
Lebih lanjut, Siti Farida menekankan bahwa legalitas dan tata kelola yang baik merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik dan mitra strategis. Nama “KolaborAksi” sendiri, menurutnya, bukan sekadar identitas, melainkan filosofi pembangunan modern berbasis kolaborasi.
Ia mengaitkan semangat tersebut dengan konsep Pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media sebagai kunci keberhasilan pembangunan.
“Kami berharap yayasan ini menjadi jembatan antara niat baik para donatur dengan aksi nyata di lapangan. Anak-anak muda Kota Cirebon harus menjadi pelaku utama perubahan, terutama dalam pemberdayaan ekonomi dan pendidikan,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk terus membuka ruang kolaborasi bagi inisiatif anak muda yang membawa semangat pembaruan dan kepedulian sosial.
“Esensi kebaikan itu bersifat eksponensial. Semakin dibagikan, semakin kuat dampaknya. Pemerintah Kota Cirebon siap berjalan bersama gerakan-gerakan seperti ini,” tuturnya.
Sementara itu, Founder & CEO Kolaborator Kebaikan ID, Omar Qad Panity, menceritakan perjalanan gerakan yang ia rintis sejak masa kuliah dengan penuh kerendahan hati. Ia mengaku tidak pernah membayangkan komunitas kecil yang lahir dari idealisme mahasiswa kini tumbuh menjadi sebuah yayasan resmi.
“Niat awal kami sederhana, mahasiswa tidak boleh hanya berkutat di ruang kelas, tapi harus hadir dan berkontribusi langsung untuk masyarakat. Dari situlah semangat kolaborasi dan kebaikan ini tumbuh,” ujarnya.
Menurut Omar, status sebagai yayasan justru membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk memperluas jangkauan manfaat tanpa membatasi golongan tertentu. Seluruh program disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat serta kesiapan mitra kolaborasi.
Ia menambahkan, bulan suci Ramadan akan menjadi momentum penting bagi yayasan untuk memperkuat kontribusi sosial. Berbagai agenda telah disiapkan sebagai kelanjutan dari aksi-aksi yang sejatinya telah konsisten dilakukan selama lima tahun terakhir.
“Ada Pesantren Ramadan, Jumat Berkah, berbagi takjil, hingga aksi bersih lingkungan bersama mitra. Kami ingin memastikan kehadiran yayasan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar seremoni legalitas,” pungkas Omar.**(MDR)


