Sukabumi, Jawa Barat – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Balcony Hotel, Kota Sukabumi, Jumat (13/3).
Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin, Anggota DPRD Kota Sukabumi Iyus Yusuf, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), serta ratusan warga yang mengikuti sosialisasi program tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Zainul Munasichin menegaskan bahwa sosialisasi program MBG penting dilakukan agar masyarakat memahami secara menyeluruh mekanisme pelaksanaan program sekaligus dapat berperan dalam mengawasi implementasinya di lapangan.
Menurutnya, saat ini berbagai informasi terkait program MBG banyak beredar di media sosial, termasuk kritik masyarakat mengenai kualitas menu maupun pelaksanaan program di sejumlah daerah.
“Pada kesempatan ini saya sengaja datang lebih awal untuk mencoba menjawab beberapa persoalan yang mungkin sering Bapak dan Ibu temukan di lapangan, khususnya terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Zainul.
Ia menilai kritik yang disampaikan masyarakat merupakan bagian dari kontrol publik terhadap jalannya program pemerintah. Kritik yang objektif dan berbasis data justru dapat membantu pemerintah dalam melakukan perbaikan pelaksanaan program.
“Bagi kami di Komisi IX DPR RI, kritik dari masyarakat merupakan hal yang wajar dan tidak menjadi masalah. Kritik tersebut justru merupakan bagian dari hak masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap program pemerintah,” jelasnya.
Zainul juga menekankan pentingnya informasi yang lengkap agar Badan Gizi Nasional dapat melakukan pengecekan secara langsung terhadap laporan yang disampaikan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa setiap menu dalam program MBG harus memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan, yaitu mengandung unsur karbohidrat, protein, dan serat sebagai komponen utama dalam penyusunan menu makanan bagi penerima manfaat.
“Karbohidrat dapat berasal dari nasi atau sumber pangan lainnya, protein bisa berasal dari telur, tahu, tempe, atau susu, sedangkan serat dapat diperoleh dari sayur atau buah,” terangnya.
Lebih lanjut, Zainul juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi jalannya program MBG di daerah masing-masing. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting mengingat cakupan program yang dijalankan secara nasional.
“Oleh karena itu, kami di Komisi IX DPR RI sangat mendorong masyarakat untuk tetap aktif mengawasi pelaksanaan program MBG. Peran masyarakat sangat penting untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami tujuan serta mekanisme pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, sekaligus dapat berperan aktif memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.**



