Bekasi, Jawa Barat – Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni menghadiri kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja yang digelar di Perumahan Telaga Harapan, Telaga Murni, Kabupaten Bekasi, Kamis (12/3). Dalam kesempatan tersebut, Obon menegaskan komitmen legislatif dalam mengawal kebijakan gizi nasional.
Dalam sambutannya, Obon menyampaikan bahwa program MBG merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, program ini memiliki cakupan yang lebih luas dari sekadar pemenuhan kebutuhan pangan.
“Program ini tidak hanya bertujuan mengatasi kekurangan gizi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan bergizi,” ujar Obon.
Sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, Obon memastikan pihaknya terus mendorong kebijakan serta alokasi anggaran yang tepat untuk mendukung keberhasilan program tersebut. Salah satu fokus utama adalah memperluas jangkauan program hingga ke wilayah-wilayah terpencil yang masih rentan terhadap permasalahan gizi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan sasaran program dapat tercapai secara tepat.
“Kami mendukung sinergi lintas sektor, termasuk kementerian pendidikan dan dinas sosial, agar anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dapat menjadi prioritas penerima manfaat program ini,” tambahnya.
Obon meyakini bahwa pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi masa depan Indonesia yang unggul. Menurutnya, asupan gizi yang baik memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan belajar dan potensi prestasi akademik anak.
“Gizi yang cukup dan seimbang adalah kunci menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. Anak-anak yang tumbuh dengan asupan gizi memadai memiliki potensi lebih besar untuk meraih prestasi akademik dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Bekasi Junaedi serta perwakilan manajemen risiko Badan Gizi Nasional Nur Syifa Fajriah.
Di akhir kegiatan, Obon berharap komitmen seluruh pihak dapat memberikan hasil nyata, khususnya dalam menurunkan angka stunting di wilayah Bekasi dan sekitarnya.**



