Advertisement
  • HOME
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • UMUM
Wednesday, 15 April 2026
  • HOME
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • UMUM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Umum

Komisi II DPRD ; BPKPD Harus Melakukan Kajian untuk Optimalisasi PAD

by Nanda
9 May 2023
in Umum

BacaJuga

Rinna Suryanti: Pembongkaran Jembatan Kuno Bisa Langgar UU Cagar Budaya

Sidang Pengelolaan GTC di PN Sumber Memanas, Saksi Fakta Tergugat Tak Disumpah

Sidang PTUN Bandung Ungkap Dugaan Sabotase Absensi oleh Kuwu Kalianyar untuk Pecat Perangkat Desa

CIREBON disinilah.id – Keberlangsungan pembangunan dan program tidak terlepas dari ketersediaan anggaran, untuk itu Komisi II DPRD secara intensif menyoroti keberadaan kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon yang dinilai belum maksimal dalam mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).

Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, H Karso usai rapat kerja bersama BPKPD di ruang serbaguna I gedung DPRD, Selasa (9/5/2023). Karso menilai, BPKPD kurang dalam memetakan sektor-sektor yang sebenarnya begitu potensial untuk meningkatkan PAD.

Jauh-jauh hari Komisi II sudah memberikan sejumlah rekomendasi. Salah satunya meminta BPKPD melakukan kajian untuk optimalisasi PAD. Akan tetapi, hal tersebut belum direalisasikan.

“Kami sudah beberapa kali merekomendasikan, misal untuk pendapatan dari sektor parkir, kemudian restoran dan hotel, itu mohon dibuatkan kajian. Sehingga kita tahu persis potensi sebenarnya seperti apa. Ini tidak pernah,” kata Karso.

Kajian semacam ini sangat penting. Sebab, kata Karso, untuk mendongkrak PAD Kota Cirebon seharusnya bisa dilakukan dengan memaksimalkan sejumlah sektor. Mulai potensi pajak dari aktivitas perdagangan, jasa, dan sebagainya.

Terlepas dari hal tersebut, lanjutnya, tanpa kajian pun Komisi II bisa mendorong peningkatan PAD dari sektor pelelangan ikan di Kejawanan. Hasilnya, pendapatan yang semula hanya Rp 200 juta kini naik sampai Rp1,3 miliar.

Hingga saat ini, Karso masih menunggu keberanian dari pihak BPKPD melakukan inovasi untuk mendongkrak PAD Kota Cirebon. Mengingat, sudah banyak di daerah lain yang bisa melakukannya.

“Artinya ini tinggal ada keberanian tidak, mengubah pola kerja yang selama ini berjalan. Kami menginginkan seperti itu. PAD Kota Cirebon itu luar biasa, tapi selagi pelakunya, tataran pelaksana dan kebijakannya seperti ini akan sangat susah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pengendalian Pajak Daerah BPKPD Kota Cirebon, Hermilian Eka menyambut baik masukan yang telah disampaikan Komisi II. Eka sepakat bila potensi PAD harus dioptimalkan.

Rapat kerja bersama BPKPD ini dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Noupel SH MH, Sekretaris Komisi II, dr Doddy Aryanto MM dan Anggota Komisi II, Ir H Watid Sahriar MBA.(dms)

Previous Post

Pemkot Cirebon Gelontorkan Rp 5,5 Miliar untuk Bonus Atlet

Next Post

Catatan Rekomendasi buat LKPj Walikota Cirebon Tahun 2022

Next Post

Catatan Rekomendasi buat LKPj Walikota Cirebon Tahun 2022

 

Extrabed.id
Extrabed.id

BERITA POPULER

  • Felly Estelita Ajak Masyarakat Dukung Program MBG di Sulawesi Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program Makan Bergizi Gratis Diharapkan Tekan Stunting di Karangasem

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Plh Sekda : One Day With Citizen Merupakan Bentuk Komunikasi dan Sinergitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Program MBG di Depok Tegaskan Komitmen Pemerintah Ciptakan Generasi Sehat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dihadiri Pangkostrad, UGJ Laksanakan Wisuda dalam Suasana Prokes Ketat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

© 2025 - disinilah.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • UMUM

© 2023 - disinilah.id