KEPAHIANG, Bengkulu (7/10) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menyapa berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, giliran masyarakat Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, yang mendapat sosialisasi program unggulan pemerintah ini. MBG menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kegiatan sosialisasi bertempat di Gedung Serba Guna Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, pada Minggu (5/10). Acara ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Eko Kurnia Ningsih, Anggota DPRD Bengkulu Edwar Samsi, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala.
Dalam sambutannya, Eko Kurnia Ningsih menegaskan bahwa keberhasilan program MBG bergantung pada kolaborasi semua pihak — mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat.
“Program ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi bagian dari upaya membangun generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Kita ingin anak-anak Bengkulu tumbuh dengan gizi seimbang agar memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Eko.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi gizi di sekolah dan rumah tangga, agar masyarakat tidak hanya fokus pada rasa kenyang, tetapi juga memahami makna gizi yang seimbang.
“Kita harus memastikan masyarakat memahami bahwa makan bergizi itu lebih penting daripada sekadar kenyang. Dengan begitu, risiko masalah gizi di daerah dapat ditekan,” tambahnya.
BGN Pastikan Program Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Sementara itu, Anyelir Puspa Kemala dari Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa pihaknya terus mengawal pelaksanaan program agar berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kami memastikan setiap menu yang disajikan disusun oleh ahli gizi sesuai kebutuhan anak. Ini langkah nyata agar tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar,” ungkapnya.
Anggota DPRD Bengkulu, Edwar Samsi, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program MBG yang dinilai memberi manfaat ganda.
“Program ini menyehatkan anak-anak sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat, karena UMKM lokal dapat berperan dalam penyediaan bahan pangan bergizi,” tuturnya.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang bangsa. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, dan masyarakat, Bengkulu diharapkan bisa menjadi contoh daerah yang sukses mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri dirancang untuk memberikan akses makanan bergizi bagi anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Selain menekan angka stunting dan gizi buruk, program ini juga bertujuan meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar, sekaligus memberdayakan pelaku usaha lokal seperti UMKM pangan, petani, dan nelayan.**



