Tabanan, Bali — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menegaskan pentingnya peran aktif dan strategis Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memastikan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi kelompok masyarakat rentan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Program MBG yang digelar di Wantilan Desa Adat Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (21/4).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi program gizi nasional.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Charles menekankan bahwa kebijakan gizi nasional harus benar-benar hadir di tengah masyarakat dan tidak berhenti sebatas konsep maupun regulasi.
“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” ujarnya.
Ia menilai Badan Gizi Nasional tidak cukup hanya berfungsi sebagai regulator, tetapi juga harus menjadi motor utama edukasi gizi di Indonesia.
Menurutnya, BGN perlu tampil sebagai garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari pola konsumsi makanan ultra-proses yang berisiko terhadap kesehatan.
Charles mengingatkan bahwa meningkatnya penyakit tidak menular, seperti kanker, stroke, hingga gagal ginjal, memiliki keterkaitan erat dengan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak-anak memilih makanan sehat sesuai standar kesehatan global.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan gizi nasional, mulai dari stunting, anemia, hingga ketimpangan akses terhadap pangan bergizi.
Program tersebut menyasar peserta didik dari tingkat PAUD hingga SMA, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Melalui sosialisasi ini, Charles berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.**



