TABANAN – Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus diperkuat melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sosialisasi program tersebut kembali digelar di Kabupaten Tabanan, Bali, dengan melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Rabu (22/4), dihadiri berbagai unsur masyarakat, tenaga kesehatan, serta perwakilan pemerintah daerah. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, dalam pemaparannya secara daring menegaskan bahwa kebijakan gizi nasional harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.
Menurut Charles, Badan Gizi Nasional tidak hanya berperan sebagai lembaga regulator, tetapi juga harus menjadi motor penggerak edukasi gizi di tengah masyarakat.
“Program ini harus mampu menjangkau masyarakat secara langsung. Anak-anak Indonesia perlu tumbuh sehat dan kuat agar mampu bersaing di masa depan,” ujar Charles.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, Charles mengingatkan masyarakat mengenai bahaya konsumsi makanan ultra-proses yang dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya penyakit tidak menular seperti stroke, kanker, hingga gagal ginjal.
Karena itu, ia mendorong orang tua agar lebih memperhatikan pola konsumsi anak dengan membiasakan makanan sehat dan bergizi sesuai standar kesehatan.
Program MBG sendiri hadir sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan stunting, anemia, dan keterbatasan akses masyarakat terhadap pangan bergizi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang semakin meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.**

