TABANAN – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Charles saat sosialisasi Program MBG yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI di Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator BGN Wilayah Tabanan Putu Mitha Aryasita, anggota DPRD Tabanan I Wayan Lara, tokoh masyarakat, serta ratusan peserta yang mengikuti pemaparan mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Charles menekankan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak dini melalui pemenuhan gizi yang baik.
“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” ujar Charles Honoris.
Menurutnya, penguatan kebijakan gizi nasional harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, Badan Gizi Nasional tidak hanya berfungsi sebagai regulator, tetapi juga harus menjadi motor utama edukasi gizi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Charles juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dari konsumsi makanan ultra-proses yang berlebihan. Pola konsumsi yang tidak sehat, menurutnya, berpotensi meningkatkan berbagai masalah kesehatan di masa depan.
“BGN harus lebih aktif dan strategis dalam memastikan bahwa kebijakan gizi nasional betul-betul menjangkau masyarakat, khususnya kelompok rentan termasuk anak-anak,” katanya.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis juga dinilai memiliki manfaat ekonomi. Program ini membuka peluang keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai penyediaan bahan pangan sehingga mampu mendorong perputaran ekonomi daerah.
Dalam pelaksanaannya, Program MBG mengedepankan empat standar utama, yakni kecukupan kalori, kandungan gizi yang seimbang, standar higienitas, serta keamanan pangan. Program tersebut menyasar peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pola makan sehat dan bergizi sebagai fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang berkualitas, sehat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.**



