CIREBON – Aspirasi yang disuarakan mahasiswa dalam aksi demonstrasi di depan DPRD Kota Cirebon pada 15 Juni 2026 resmi diteruskan ke DPR RI. Aspirasi tersebut berasal dari mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Cirebon Raya dan Aliansi BEM Cirebon Raya sebagai bentuk penyampaian sikap terhadap sejumlah isu nasional.
Penyerahan aspirasi dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani, bersama Anggota DPRD Kota Cirebon, M. Noupel, kepada Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman, Kamis (18/6/2026). Selanjutnya, dokumen tuntutan mahasiswa tersebut akan diteruskan kepada pimpinan DPR RI untuk menjadi bahan pertimbangan di tingkat pusat.
Harry Saputra Gani menegaskan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui mekanisme yang berlaku.
“Aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap berbagai persoalan kebangsaan. Tugas kami adalah memastikan aspirasi tersebut sampai kepada pihak yang berwenang,” ujar Harry.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam menyampaikan kritik dan masukan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati. Ia berharap berbagai gagasan yang disampaikan dapat menjadi perhatian para pengambil kebijakan di tingkat nasional.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Cirebon Raya yang terdiri dari HMI, PMII, IMM, GMNI, HIMA Persis serta Aliansi BEM Cirebon Raya menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kota Cirebon pada Senin (15/6/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan utama yang dinilai berkaitan langsung dengan kondisi sosial, ekonomi, dan demokrasi di Indonesia. Tuntutan tersebut meliputi stabilisasi ekonomi nasional, penurunan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), evaluasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penghapusan dwifungsi TNI dan Polri, penghentian tindakan represif aparat, serta penegakan supremasi hukum.
Usai menyampaikan orasi, perwakilan mahasiswa diterima langsung oleh pimpinan DPRD Kota Cirebon untuk berdialog dan menyerahkan dokumen tuntutan secara resmi.
Perwakilan mahasiswa, Baedlowi Kamal, mengatakan aksi tersebut merupakan upaya menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat melalui jalur konstitusional.
“Kami ingin berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat mendapat perhatian serius. Kebijakan yang ada perlu dievaluasi agar lebih tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” katanya.
Menurut Kamal, mahasiswa berharap pemerintah dapat melakukan perbaikan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan anggaran negara digunakan secara efektif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dengan diteruskannya dokumen tuntutan tersebut ke DPR RI, mahasiswa berharap aspirasi yang mereka perjuangkan dapat menjadi bagian dari pembahasan dan evaluasi kebijakan di tingkat nasional.**


