Advertisement
  • HOME
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • UMUM
Tuesday, 13 January 2026
  • HOME
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • UMUM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Umum

Pedagang Figura Sukalila Akan Digusur? Prabu Diaz: Jangan Dzolim ke UMKM

by Nanda
21 November 2025
in Umum

CIREBON — Rencana penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Sukalila Selatan, khususnya pedagang figura, terus menuai sorotan. Penggusuran yang disebut-sebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini, justru mendapat dukungan perlawanan dari Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz.

Prabu Diaz menegaskan, dirinya bersama pasukan laskar siap turun ke lapangan apabila kebijakan tersebut merugikan masyarakat kecil yang selama bertahun-tahun bergantung pada hasil berdagang figura.

BacaJuga

Perempuan Inspiratif Cirebon, Rinna Suryanti Raih Person of The Year 2025

Program MBG Terus Diperkuat, Tomohon Jadi Contoh Kolaborasi Pemerintah dan Tokoh Agama

189 Perjalanan KA Siap Layani Penumpang Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Ia menilai, pembangunan Kota Cirebon memang penting untuk menciptakan tata kota yang lebih baik. Namun demikian, pemerintah wajib mengedepankan nilai sosial dan kemanusiaan dalam proses penataan, terutama yang berkaitan dengan keberlangsungan pelaku UMKM.

“Pembangunan itu penting, tapi jangan sampai mengorbankan hajat hidup orang banyak. Pemerintah sedang membina UMKM, jadi jangan malah dibinasakan,” tegasnya, Jumat (21/11).

Prabu Diaz juga mengkritik langkah yang dinilai kurang humanis dalam program normalisasi Sungai Sukalila. Menurutnya, penggusuran tanpa dialog dan musyawarah dapat dianggap sebagai tindakan kriminalisasi terhadap rakyat kecil.

“Saya mengimbau pemerintah daerah serta pihak terkait agar mengutamakan dialog. Jangan main gusur begitu saja. Mereka itu manusia, bukan binatang,” ujar Diaz dengan nada tegas.

Ia menambahkan, Laskar Agung Macan Ali Nuswantara akan bertindak apabila pemerintah tetap abai pada nilai kemanusiaan dalam proses penertiban tersebut.

“Kalau masih bersikap semena-mena, saya akan turun tangan. Jangan hanya bermodal kata ‘relokasi’ lalu bertindak seenaknya. Lagipula, relokasi itu tidak gratis, PKL tetap harus bayar,” pungkasnya.**

Tags: PKL
Previous Post

SPPG Perkuat Rantai Pangan Aman dalam Program MBG di Lampung

Next Post

Charles Honoris Tekankan Peran BGN sebagai Garda Depan Edukasi Gizi Nasional

Next Post

Charles Honoris Tekankan Peran BGN sebagai Garda Depan Edukasi Gizi Nasional

 

Extrabed.id
Extrabed.id

BERITA POPULER

  • Empat Hari Kabur, Pelaku Pecah Kaca di Kota Cirebon Dilumpuhkan dengan Timah Panas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pedagang Figura Sukalila Akan Digusur? Prabu Diaz: Jangan Dzolim ke UMKM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kang Maman Ingatkan Penyuluh Agama yang “nyambi” jadi Mubalig

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi MBG di Karawang Tegaskan Peran Keluarga dalam Pemenuhan Gizi Seimbang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung Visi “Sehati”, DLH Kembali Sulap TPS Jadi Taman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

© 2025 - disinilah.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • UMUM

© 2023 - disinilah.id