Bangli, Bali – Permasalahan kekurangan gizi atau stunting masih menjadi tantangan serius yang dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kemampuan belajar anak. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis dalam membangun generasi bangsa yang sehat dan berkualitas di masa depan.
Sosialisasi Program MBG kali ini digelar di Balai Pertemuan Adat Batu Madeg, Nusa Penida, Kamis (5/3). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani, Kepala KPPG Denpasar Mursina Wahyuningsih Daeng, Guru Besar I Gusti Agung Ayu Ambarawati, serta ratusan warga setempat yang antusias mengikuti kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Tutik Kusuma Wardhani menegaskan bahwa pemenuhan gizi yang tepat dan seimbang memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas serta daya saing anak di masa depan.
Menurutnya, Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen untuk terus mendorong berbagai upaya dalam mengatasi permasalahan gizi di Indonesia.
“Gizi yang baik dan seimbang adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. Mengonsumsi makanan bergizi merupakan fondasi utama dalam membentuk fisik dan kecerdasan generasi muda kita untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045,” ujar Tutik.
Ia juga menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Program tersebut dinilai mampu memberikan peluang bagi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal untuk terlibat dalam penyediaan bahan makanan bagi program MBG.
Selain itu, program ini juga menjadi investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Melalui Program MBG, pemerintah berupaya mengintegrasikan kebijakan pangan dengan kebijakan kesehatan agar makanan yang disediakan tidak hanya cukup secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas gizi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.**



