Advertisement
  • HOME
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • UMUM
Wednesday, 17 June 2026
  • HOME
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • UMUM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Umum

Duduki Kepala Bapenda Setelah Dicopot Jadi Sekda, Pengamat Publik ; Rahmad Dapat Reward atau Punishmen?

by Nanda
6 August 2022
in Umum

CIREBON disinilah.id – Setelah satu bulan “adem ayem” pasca pencopotan Rahmad Sutrisno dari jabatan Sekda Kabupaten Cirebon, kini menjadi sorotan publik yang mempertanyakan pencopotani Rahmad itu bentuk reward atau sebuah punishmen.

Sorotan soal kejanggalan proses pergantian Rahmad sebagai sekda dan penempatannya diposisi yang baru tersebut diutarakan Pengamat Kebijakan Publik, Sopian. “Rahmad diberhentikan sebagai Sekda itu sifatnya reward atau punishmen? Ini harus jelas, ” Tanya Sopian.

BacaJuga

Dugaan Korupsi Dana BOS Kabupaten Cirebon Dilaporkan ke Kejati Jabar, FORMASI Ungkap Temuan Rp6,9 Miliar

Kasus Dugaan Pemerasan Keluarga Tersangka, Bripda RA Terbukti Langgar Kode Etik Polri

Tuntut Keadilan, Ribuan Warga Dijadwalkan Hadiri Istighosah Akbar Save Bundae Isun di Pengadilan Negeri Sumber

Seperti diketahui, Bupati Cirebon H Imron pada 8 Juli 2022 lalu memecat Rahmad Sutrisno sebagai Sekda, bupati lalu menunjuk Hendra Nirmala sebagai Pjs Sekda Kabupaten Cirebon. Rahmad Sutrisno kemudian diberikan jabatan baru sebagai Kepala Badan Pengeloka dan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cirebon.

Penempatan Rahmad sebagai Kepala Bapenda inilah yang memicu pertanyaan besar soal apakah pergantian Sekda ini merupakan reward atau punishmen. “Penegasan itu tertuang di dalam berita acara, ” tegas Sopian.

Sopian mengungkapkan, jika sekda sebelumnya dianggap berhasil tentu harus diberikan reward misalnya tetap dipertahankan atau pindah ke tingkat lebih tinggi (propinsi). “Kenyataannya Rahmad saat ini menduduki kepala Bapenda, disini jelas eselonnya turun dari II.A (sekda) ke II.B. apakah penurunan eselon ini bentuk punishmen? ” Ungkap Sopian.

Sopian bahkan menduga ada proses transaksional, sebab dinas yang ditempati Rahmad saat ini merupakan “rumah lamanya” karena pernah menjabat sebagai kepala Bapenda. “Tak bisa dipungkiri jika kesan itu akan muncul,” tegasnya.

Menurut Sopian ini bisa menjadi preseden buruk jika dugaan adanya “transaksional” Itu benar-benar terjadi. “Yang saya heran kenapa DPRD Kabupaten Cirebon tidak melihat bahwa ada kejanggalan diballk semua ini,” pungkas Sopian. (Dms)

Previous Post

Sebanyak 1386 Mahasiswa UGJ Dilepas Ikuti KKN, Rektor ; Mahasiswa Hadir untuk Belajar Kenyataaan di Lapangan

Next Post

Mulai Hari ini Penumpang KAI Jarak Jauh Usia 18 Tahun Ke atas dan Belum Vaksin Boster Wajib Test PCR

Next Post

Mulai Hari ini Penumpang KAI Jarak Jauh Usia 18 Tahun Ke atas dan Belum Vaksin Boster Wajib Test PCR

 

Extrabed.id
Extrabed.id

BERITA POPULER

  • MBG di Denpasar Tekankan Peran Keluarga dalam Bangun Kebiasaan Makan Sehat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program Makan Bergizi Gratis di Depok Diharapkan Cetak Generasi Sehat dan Cerdas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi MBG di Cianjur, DPR RI Tekankan Pentingnya Gizi Seimbang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi MBG di Kendal, DPR RI Ajak Masyarakat Dukung Program Gizi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anggota Komisi IX DPR RI Dorong Partisipasi Publik Sukseskan Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

© 2025 - disinilah.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • UMUM

© 2023 - disinilah.id