Manado, Sulawesi Utara – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menghadiri kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di SMK Discovery Manado, Singkil Dua, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Selasa (3/3).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Sekolah SMK Discovery Andrew Juliant Ruhupatty serta Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Manado Fahmi Yulianto.
Dalam sambutannya, Felly Estelita menegaskan bahwa sosialisasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul.
Menurutnya, isu gizi tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan semata, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Isu gizi harus menjadi perhatian serius semua pihak karena menyangkut masa depan generasi bangsa. Ini bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga pendidikan, sosial, pertanian, hingga ekonomi,” ujarnya.
Felly mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan di bidang gizi, seperti stunting, wasting, dan anemia, terutama pada ibu hamil dan anak-anak.
Karena itu, menurutnya, penanganan masalah gizi memerlukan pendekatan yang komprehensif dengan melibatkan berbagai sektor serta didukung oleh data dan bukti ilmiah agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Sebagai Ketua Komisi IX DPR RI, Felly juga menegaskan komitmen DPR dalam mendukung berbagai program peningkatan gizi nasional melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Dukungan tersebut diarahkan agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, serta masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Ia menekankan bahwa upaya perbaikan gizi harus menjadi gerakan nasional lintas sektor yang dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berdaya saing.**


