Lombok Barat — Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja digelar di Redwood Futsal, Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (18/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan gizi sejak dini.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, H. M. Muazzim Akbar, Kasubag Tata Usaha KPPG Denpasar (wilayah Bali, NTB, NTT) Putu Diah Ernitasari, serta Camat Lingsar Marzuki. Ratusan warga tampak antusias mengikuti kegiatan ini.
Dalam pemaparannya, Muazzim Akbar menegaskan bahwa Program MBG merupakan kebijakan prioritas nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Program ini menyasar kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Urusan makan bukan hanya soal kenyang, tetapi kualitas gizi yang menentukan kualitas pikiran, tindakan, dan masa depan generasi bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, MBG tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan pendidikan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Hal ini karena program tersebut melibatkan pelaku UMKM, petani, dan nelayan dalam rantai pasok pangan.
“Program ini tidak hanya menurunkan stunting dan meningkatkan prestasi belajar, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kerakyatan secara nyata,” lanjutnya.
Program MBG hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan gizi nasional, seperti stunting dan anemia. Dengan pendekatan terintegrasi, program ini juga mengutamakan pemanfaatan sumber daya lokal dalam penyediaan menu makanan.
Setiap sajian dalam program MBG dirancang tidak hanya memenuhi standar gizi nasional, tetapi juga disesuaikan dengan potensi serta budaya lokal, sehingga lebih mudah diterima masyarakat sekaligus mendorong kemandirian pangan daerah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah pun optimistis program ini dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.**



