CIREBON – Pada masa reses, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, kembali turun ke daerah pemilihannya meliputi Cirebon dan Indramayu untuk menyerap aspirasi masyarakat. Salah satu agenda yang dilaksanakan adalah pertemuan dengan komunitas Tionghoa Kota Cirebon yang dirangkaikan dengan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI.
Dalam kegiatan tersebut, Herman Khaeron menekankan pentingnya menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama dalam menjaga kemerdekaan dan keberlangsungan bangsa. Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan harus terus kita jaga dan lestarikan bersama,” ujar Herman Khaeron dalam kegiatan yang digelar Selasa, 24 Februari 2025.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri ratusan anggota komunitas Tionghoa Cirebon, termasuk tokoh masyarakat, pengusaha, serta perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan dan diskusi yang berlangsung hangat.
Herman Khaeron menegaskan bahwa komunitas Tionghoa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia, termasuk di Cirebon. Keberagaman tersebut, menurutnya, justru menjadi kekuatan yang harus terus dirawat.
“Komunitas Tionghoa adalah bagian dari keberagaman bangsa yang harus dijaga dan dibina. Bahkan, sejarah dan situs budaya Cirebon tidak bisa dilepaskan dari kontribusi etnis Tionghoa,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti proses asimilasi budaya yang telah berlangsung lama, salah satunya tercermin dalam seni dan budaya Cirebon, termasuk corak batik yang dipengaruhi budaya Tionghoa.
“Oleh karena itu, mari kita bergandeng tangan menjaga keharmonisan antar anak bangsa dengan segala keberagamannya, untuk mengisi kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita bersama, yakni masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” tuturnya.
Lebih lanjut, Herman Khaeron menekankan pentingnya toleransi dan kerukunan antar umat beragama serta antar suku bangsa sebagai kunci kemajuan Indonesia.
“Indonesia adalah negara yang majemuk. Kerukunan dan toleransi harus terus kita rawat agar pembangunan dan kesejahteraan bersama dapat tercapai. Komunitas Tionghoa Cirebon telah lama menjadi bagian dari masyarakat, dan hubungan harmonis ini harus terus dijaga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keutuhan bangsa dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. Partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaya saing,” paparnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain dr. Ratnawati, MKKK (Anggota DPRD Jawa Barat), R. Endah Arisyanasakanti, S.H. (Anggota DPRD Kota Cirebon), serta sejumlah tokoh komunitas Tionghoa Cirebon, di antaranya Pnt. Soenaryo Halim, Adirao, Santo, Pdt. Tio, Ev. Nunu, Pdm. Boby, dan Leonardi.**



